Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk SMA unggulan di Bandar Lampung tercoreng dengan dugaan manipulasi nilai. Posko Pengaduan PPDB, yang didirikan oleh Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Bandar Lampung, mengidentifikasi adanya ketidaksesuaian nilai pada tiga calon siswa dari SMPN 1 Bandar Lampung.
Koordinator Posko, Ahmad Apriliandi Passa, mengungkap bahwa nilai yang diinput dalam sistem pendaftaran online tampak lebih tinggi dibandingkan dengan nilai asli yang tercatat. “Ya diduga ada mark up atau penambahan nilai,” ungkap Passa, dilansir dari Kompas.com.
Ketiga siswa tersebut, menurut Passa, mendaftar melalui jalur prestasi, dan dalam konteks kompetisi ketat di SMA tersebut, perbedaan nilai yang sekecil apa pun bisa berdampak signifikan pada peringkat. “Peringkatnya bisa langsung berubah dan jika benar ada mark up, ini berarti mengambil hak anak yang lebih berhak,” tegasnya, menurut laporan Kompas.com.
Di sisi lain, Kepala SMPN 1 Bandar Lampung, Yulia Budiarti, menegaskan bahwa pihak sekolah hanya bertanggung jawab menyediakan dokumen resmi dan tidak terlibat dalam proses seleksi di sekolah tujuan. “Bukan lagi ranah sekolah asal. Karena pendaftaran kan dilakukan oleh siswa yang bersangkutan,” kata Yulia, dilaporkan oleh Kompas.com
Ia juga menambahkan bahwa, “Nilai resmi dari kami ya yang di surat pengantar peringkat pararel itu,” jelasnya, hal ini menandaskan integritas data yang diberikan oleh sekolah asal.
Contact and follow us:



Leave a Reply