Sumber gambar: https://mediaindonesia.com/humaniora/646142/fortadik-soroti-tujuh-isu-dunia-pendidikan-indonesia
Forum Wartawan Pendidikan dan Kebudayaan (Fortadik) mengadakan rapat kerja pada tanggal 19 Januari 2024 di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi di Jakarta. Raker tersebut mengusung tema “Membangun Sinergitas Jelang Transisi Pemerintahan”. Raker ini dihadiri oleh para humas mitra dari berbagai direktorat jenderal dan badan bahasa.
Ketua Fortadik, Syarief Oebaidillah, menyatakan bahwa tujuan raker adalah untuk mempererat silaturahmi dan kolaborasi dengan mitra terkait, serta merancang program Fortadik ke depan. Fortadik juga mengulas beberapa catatan kritis atas persoalan bidang pendidikan dan kebudayaan di Indonesia. Catatan-catatan kritis tersebut mencakup tujuh isu berikut:
Tingkat literasi
Berdasarkan Rapor Pendidikan 2023, kemampuan literasi siswa berada dalam kategori sedang, dengan 40-70% siswa mencapai kompetensi minimum. Sehingga Fortadik mendorong pemerintah untuk meningkatkan upaya pengembangan literasi siswa
Kekerasan di satuan pendidikan
Indikator iklim keamanan sekolah untuk SMP dan SMA mengalami penurunan berdasarkan Rapor Pendidikan 2023. Fortadik mendorong pemerintah untuk serius mengatasi masalah kekerasan di sekolah dan membentuk Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) sesuai dengan amanat peraturan kementerian Permendikbudristek Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan.
Penyelesaian guru honorer
Meskipun pemerintah berencana mengangkat guru honorer menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) pada tahun 2024 sebagaimana yang dijanjikan oleh Mendikbud Ristek Nadiem Makarim dengan target pengangkatan 1 juta guru PPPK pada tahun 2024 hal ini disampaikan pada saat Puncak Peringatan Hari Guru Nasional 2023 di Jakarta pada 26 November 2023 sebagaimana yang dilansir dari Kompas.com. Akan tetapi pada tahun sebelumnya target pengangkatan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) belum mampu dipenuhi sepenuhnya oleh pemerintah
Pengembangan keterampilan guru
Fortadik mendorong peningkatan akses komunikasi, terutama di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), untuk meningkatkan daya saing guru dan siswa dalam era digitalisasi. Terlebih lagi pada saat Covid-19 yang terjadi beberapa waktu lalu dimana hal ini menjadi pembelajaran bagi dunia pendidikan akan pentingnya menghadapi perubahan pendidikan yang beralih ke komunikasi digital.
Peningkatan kualitas anggaran pendidikan
Pengelolaan anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBN sebagian besar digunakan untuk hal-hal di luar fungsi pendidikan inti, seperti gaji guru dan pendidikan di kementerian lain. Banyak dana yang ditransfer ke daerah hanya dihitung sebagai anggaran pendidikan tanpa alokasi yang cukup untuk fungsi pendidikan di daerah. Fortadik mengharapkan pemerintah fokus pada pengelolaan anggaran yang benar-benar mendukung pendidikan.
Dana abadi kebudayaan
Kemendikbudristek berencana mengalokasikan dana abadi kebudayaan sebesar Rp 7 triliun pada tahun 2024 yang diharapkan dapat mendukung pengembangan budaya daerah di Indonesia
Transisi ke dunia kerja
Fortadik menekankan pentingnya lulusan pendidikan vokasi dalam menjawab tantangan kebutuhan industri, serta mendorong pendekatan antara dunia pendidikan tinggi dan industri untuk menjembatani riset, inovasi, dan komersialisasi produk atau jasa.
Contact and follow us:



Leave a Reply