Selama 10 tahun pemerintahannya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melaksanakan berbagai transformasi di bidang pendidikan di Indonesia. Transformasi ini diwujudkan melalui para menteri pendidikan yang dipilihnya, mulai dari Anies Rasyid Baswedan hingga Nadiem Anwar Makarim. Berikut adalah daftar perubahan yang telah terjadi selama pemerintahan Jokowi:
- Program Indonesia Pintar
Diluncurkan pada 2014, Program Indonesia Pintar bertujuan untuk memberikan akses pendidikan yang layak bagi anak-anak kurang mampu, mulai dari pendidikan dasar hingga menengah. Program ini diwujudkan melalui pemberian Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan KIP Kuliah. - Penghapusan sekolah unggulan dan ranking
Pemerintah juga berupaya menghilangkan stigma sekolah unggulan atau favorit melalui Peraturan Menteri Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 1 Tahun 2021. Peraturan ini membatasi calon peserta didik untuk memilih sekolah favorit, serta menghapus sistem ranking di sekolah, memungkinkan semua siswa untuk naik kelas. - Ujian Nasional dihapus
Pada 2021, Ujian Nasional (UN) dihapus dan digantikan dengan Asesmen Nasional (AN). “Kalau kita gunakan UN untuk menggembleng murid biar rajin belajar seolah-olah kita mengibaratkan ujian di kehidupan nyata hanya bentuk pilihan ganda,” kata Kepala BSKAP Kemendikbud Ristek, Anindito Aditomo, sebagaimana yang dikutip dari Kompas.com. - Penghapusan jurusan IPA-IPS
Jurusan IPA, IPS, dan Bahasa di SMA telah dihapus beberapa tahun terakhir. Menurut Kepala BSKAP Kemendikbud Ristek, Anindito Aditomo, penghapusan ini dilakukan karena penjurusan tersebut dianggap cenderung tidak adil. “Kalau kita jurusan IPA kita bisa memilih jurusan lain,” jelas Anindito sebagaimana yang dilansir dari Kompas.com. - Perubahan kurikulum
Pada awal pemerintahannya, Jokowi melalui Mendikbud Anies Baswedan kembali menerapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Di periode kedua, Mendikbud Nadiem Makarim memperkenalkan Kurikulum Merdeka pada Maret 2024, dengan fokus pada literasi, numerasi, dan pendidikan karakter. - Ubah TPA menjadi TPS
Tes Potensi Akademik (TPA) dalam UTBK digantikan oleh Tes Potensi Skolastik (TPS), yang bertujuan mengevaluasi kemampuan kognitif siswa. “Tujuannya adalah agar siswa belajar dengan penalaran yang baik,” kata Rahmawati, sebagaimana yang dikutip dari Kompas.com. - Tes calistung untuk masuk SD dihapus
Mendikbud Nadiem Makarim menghapus tes baca, tulis, dan hitung (calistung) dari proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk jenjang SD. Penghapusan ini dilakukan untuk menghindari kesalahpahaman bahwa siswa harus bisa calistung sebelum masuk SD. - Perubahan seleksi PTN
Seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN) diubah dengan lima prinsip utama, yaitu pembelajaran menyeluruh, fokus pada penalaran, inklusivitas, transparansi, dan keterpaduan dengan program diploma serta sarjana. - Pengangkatan guru honorer
Pemerintah menargetkan untuk mengangkat satu juta guru honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) hingga akhir 2024, meskipun angka tersebut belum sepenuhnya tercapai. - Kesejahteraan dosen
Mendikbud Nadiem mengeluarkan Permendikbud Ristek Nomor 44 Tahun 2024 tentang Profesi, Karier, dan Penghasilan Dosen untuk meningkatkan kesejahteraan mereka, termasuk aturan gaji, tunjangan, dan karier.
Demikianlah 10 transformasi di bidang pendidikan yang telah dilakukan selama era pemerintahan Presiden Jokowi.
Contact and follow us:



Leave a Reply