Program Quick Win Pendidikan: Renovasi 22 Ribu Sekolah hingga Rumah Belajar

Menteri Pendidikan Dasar Dan Menengah

Abdul Mu’ti, selaku Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), mengungkapkan arahan dan kebijakan yang diterimanya dari Presiden Prabowo Subianto terkait sektor pendidikan. Beliau menekankan pentingnya peningkatan mutu pendidikan Indonesia yang harus bisa diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Akses pendidikan akan diperluas hingga menjangkau siswa di daerah 3T, komunitas difabel, serta kelompok masyarakat marginal yang selama ini kesulitan mengakses layanan pendidikan.

Mengutip dari Detik.com: “Realita (memperlihatkan) bahwa belum semua keluarga negara ini mendapatkan layanan pendidikan. Sehingga akses untuk memperoleh pendidikan itu akan kita coba semaksimal mungkin (agar) tidak ada warga negara yang kehilangan haknya (untuk merasakan pendidikan),” kata Abdul Mu’ti.

Pemerintahan Prabowo-Gibran telah menetapkan pendidikan bermutu sebagai bagian dari quick win mereka. Hal ini sejalan dengan pandangan Presiden bahwa sektor pendidikan harus menjadi prioritas dalam APBN.

Mengutip dari Detik.com: “Beliau (Presiden Prabowo) menyampaikan untuk kependidikan itu harus diprioritaskan dalam APBN,” jelas Sekum PP Muhammadiyah tersebut.

Program quick win yang telah mendapat persetujuan DPR mencakup dua aspek utama di bawah Kemendikdasmen: pembangunan sekolah unggulan senilai Rp 4 triliun dan program renovasi 22 ribu sekolah. Program renovasi ini akan mencakup perbaikan menyeluruh termasuk ruang kelas, mebeler, dan fasilitas MCK dengan total anggaran Rp 20 triliun yang akan direalisasikan dalam kurun waktu satu tahun sesuai ketentuan APBN.

Dalam implementasinya, Kemendikdasmen akan berkolaborasi dengan dinas pendidikan dan pemerintah daerah di seluruh Indonesia untuk mendata kondisi sarana dan prasarana yang membutuhkan perbaikan.

Mengutip dari Detik.com: “Karena beberapa hal menyangkut pelaksanaannya tidak bisa dilepaskan dari otoritas pemerintah daerah. Kami berusaha untuk nanti mengundang kepala dinas untuk berkoordinasi dengan kami,” jelas Mu’ti.

Karena keterbatasan dalam pembangunan unit sekolah baru, Kemendikdasmen berencana mengembangkan konsep rumah belajar di berbagai wilayah Indonesia.

Mengutip dari Detik.com: “Dengan rumah belajar itu mudah-mudahan mereka (anak-anak) bisa dapat belajar dengan mudah. Tidak terlalu jauh dari rumahnya,” ungkapnya.

Kementerian juga akan melakukan pendataan menyeluruh terhadap anak-anak usia sekolah, terutama yang belum mendapatkan akses pendidikan.

Mengutip dari Detik.com: “Untuk itu maka kami akan mendata anak-anak atau mereka yang berusia sekolah yang memang belum mendapat akses untuk mendapatkan pendidikan,” tutupnya.

Contact and follow us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *