Presiden baru diharapkan dapat mendukung peningkatan kompetensi guru di Indonesia. Hal ini dikarenakan kompetensi guru sangat penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Menurut Peneliti Muda Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Natasya Zahra, “kompetensi guru penting untuk diprioritaskan karena profesionalisme guru dan kompetensi pedagogik masih terkendala sejumlah faktor seperti minimnya jumlah guru yang bersertifikat,” sebagaimana yang dikutip melalui Kompas.com.
Data Sekretariat Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan tahun 2020 menunjukkan bahwa terdapat sekitar 300.000 guru pegawai negeri sipil (PNS) yang belum berstatus sarjana. Jika digabungkan, maka jumlah guru PNS dan non-PNS menunjukkan hampir 50 persen yang belum bersertifikat. Padahal sertifikat adalah bukti kompetensi dan profesionalisme guru.
Pemerintah pusat berperan dalam menetapkan standar kualitas guru dan pengajaran serta rekrutmen guru menjadi aparatur sipil negara (ASN). Pemerintah daerah juga berperan dalam mengadakan pelatihan dan penempatan guru sedangkan di level sekolah yakni kepala sekolah berperan mengelola tenaga pendidik.
Dalam meningkatkan kompetensi guru, perlu dilakukan beberapa hal seperti pelatihan guru dalam penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), pengembangan kurikulum yang lebih relevan dan efektif, pelatihan guru dalam penggunaan metode pembelajaran yang lebih efektif, dan pengembangan program mentorship untuk membantu guru baru. Dengan demikian, diharapkan kompetensi guru di Indonesia dapat meningkat dan kualitas pendidikan dapat ditingkatkan.
Contact and follow us:



Leave a Reply